Home / Berita / Tahapan Umum Dalam Metode Pelaksanaan Konstruksi

Tahapan Umum Dalam Metode Pelaksanaan Konstruksi

Berbicara tentang konstruksi, tentu tidak akan lepas dengan yang namanya metode. Metode pelaksanaan konstruksi ini melibatkan beberapa langkah. Berikut adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah konstruksi hingga selesai.

Metode pelaksaan konstruksi diperlukan oleh para kontraktor atau para insinyur desain bangunan untuk memastikan konstruksi bangunan yang dikerjakan nantinya akan terselesaikan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan sesuai dengan budget dana yang dirancang.

Seorang ahli dalam bidang konstruksi pastinya memperhitungka berbagai aspek dalam perancangan konstruksi sehingga nantinya metode yang diterapkan mampu memberikan hasil bangunan yang kokoh dan tahan lama.

Bagi anda yang masih merasa asing dengan apa saja yang terkait dengan metode dalam sebuah konstruksi, berikut adalah beberapa metode pelaksaan konstruksi yang tahapan pelaksanaannya dapat dikombinasikan satu sama lain.

Clip_5

Pekerjaan awal standar/pembersihan lapangan

Dalam sebuah pengerjaan proyek, umumnya diperlukan pengecekan untuk semua bahan dan skema gambar desain bangunan yang akan dibangun dala sebuah lokasi. Pemeriksaan awal sebagai pendahuluan dalam pelaksanaan proyek meliputi kelengkapan administrasi lapangan mulai dari bahan maupun pekerja yang akan mengerjakan setiap sektor dalam bangunan.

Perkiraan waktu akan berapa lama bahan yang diperlukan untuk sampai ke lokasi konstruksi bangunan juga perlu diperhitungkan dengan teliti agar waktu pengerjaan bangunan akan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat sebelumnya.

Tahapan awal sebelum pengerjaan suatu proyek konstruksi juga terkait dengan manajemen resiko yang mungkin terjadi selama masa pembangunan dilapangan terutama yang berhubungan dengan perubahan cuaca atau perubahan komponen pekerja.

Pengolahan tanah dan pasir sebagai bahan dasar bangunan

2149450_is

2423582_1852069_dsc01728

Tahap berikutnya dalam metode pelaksaan konstruksi yang diterapkan setelah masa pengecekan awal selesai adalah pengolahan tanah dan pasir yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar bangunan.

Namun demikian sebelum pengolahan tanah dan pasir ini, seorang kontraktor akan meminta pekerja untuk memasang papan bouwplank atau kayu sebagai patokan standar atau penanda untuk pemasangan pondasi nantinya.

Dalam pelaksanaannya, pengolahan tanah dan pasir sebagai bahan bangunan akan menggunakan sepetak tanah yang masih terletak di area konstruksi dengan proses penggalian yang disesuaikan dengan peraturan yang ada dalam manajemen konstruksi sehingga tidak akan membahayakan lingkungan yang ada di sekitar area konstruksi bangunan bahkan setelah bangunan sudah selesai dibuat.

Gambar 5

Pemasangan pondasi

dsc09812

Ketika pengolahan tanah dan pasir sudaah selesai, hal berikutnya yang akan dipertimbangkan oleh para kontraktor untuk lakukan adalah pemasangan pondasi. Pondasi atau landasan bangunan umumnya dibuat menggunakan material batuan berukuran besar yang mengandung komponen batu bata dan lumpur.

Hal tersebut dimaksudkan agar kerangka baja atau metal yang nantinya ditancapkan diatasnya dapat merekat kuat dan tidak goyah. Dalam pemasangan pondasi, batu yang digunakan diukur dimensi ketebalan serta panjang dan lebarnya terlebih dahulu agar sesuai dengan material beton, aspal, atau baja yang akan ditambahkan diatasnya.

Dimensi batuan yang digunakan umumnya memiliki ketebalan 20cm, tinggi 30cm, dan lebar 10 m. Pondasi yang dipasang juga harus memperhitungkan jeda antara batu satu dengan lainnya untuk memperhitungkan pemasangan kabel, serapan air, dan lainnya.

Pemasangan beton

perkuatan-pondasi1

Hal berikutnya dalam sebuah metode pemasangan konstruksi adalah pemasangan beton. Pemasangan beton harus memperhitungkan komposisi pondasi dan komposisi dari bahan beton itu sendiri. Jadi jangan lup untuk mencampurkan obat pengeras beton kepada beton ini. Ini akan menambah kekuatan beton itu sendiri.

Sebelum memasang beton, terlebih dahulu dipasang besi beton yang umumnya berupa kerangka baja sebagai kerangka peambat beton sehingga beton yang dipasang akan tetap berada dilokasinya dalam waktu lama dan tidak goyah.

Pengerjaan beton pun harus melalui pengecekan yang akan terus dilakukan secara periodik dimulai dari setelah 28 hari pemasangan beton. Semoga pengetahuan tentang tahapan diatas menambah pengetahuan anda tentang metode pelaksaan konstruksi.

Seumber gambar : Google.com

About mulgd

Check Also

RUMAH HUNIAN MODERN KONSEP REULEUT TYPE 214

Pemilihan Jenis dan model rumah sederhana oleh kalangan masyarakat memiliki banyak keuntungan, yaitu dengan anggaran ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *